Bertanya pada
sesuatu berarti menjadi jiwa
Kepada hal penuh
makna, dan berpadu dalam asmara
Kata
Lihat sepercik
cinta tumbuh dipelataran
Terbuang dalam
lamunan penuh angan, tuk nikmati senja dalam kedamaian
Kata
Selalu terlantun ikuti
dawai gitar yang menggema
Cari persinggahan mulia
Gapai ketenangan
Tuk menjadi
sebuah kalimat kehidupan
Kata
Jadi arti yang
sempurna
Saat seribu bayang
hitam
Terurai dibalik
cahaya malam
Saat asmara terjaga
dalam cinta walau kelam
ALTAR KEMULIAAN
Dengar
sayu-sayup lantunan do’a
Terbaring
nikmati proses kehidupan
Lihat
awan bercengkrama dengan bulan
Dengar
Nyaring suara penuh makna
Tuk tebar
rasa nikmat yang terphat
Lantunan
syair illahi
Resapi
relung hati
Hembusan
angin liar goyangkan kata demi kata dalam syair dan puisi
Catat
setiap sketsa kehidupan
Tergambar
oleh taring-taring kenistaan
Ukiran
setiap langkah kehidupan
Ciptakan
kedamaian
Nuju
altar kemuliaan
Purwokerto, 18 Maret 2010
BELAHAN JIWA
Berbisik pada
angin
Perlahan terbang
kesinggasana hati
Penuh harapan dan
angan
Lantunkan syair
kepada air
Ungkap cinta yang
terukir
Memahat rasa, saat
berpadu asmara
Untukmu wahai
belahan jiwa
Dayung sampan
menuju bukit cinta
Dengan asmara yang
terus menggelora
Sepenuh jiwa , berharap
sampai membawa berjuta impian,jadi kenyataan
Abadi, kekal
selamanya
Purwokerto, 19 Maret 2010
MALAM PENUH WARNA
Malam penuh warna
saat berkreativitas
Terbang bersama
angin, ikuti kata hati tanpa batas
Tak ingin lepas
malam ini, walau tanpa misi
Hadirkan syair dan
puisi, untkmu orang-orang tersisi
Cari makna
perdamaian, dalam lingkaran kehidupan
Harapan terus
tersirat
Sampai esok mentari
datang dengan senyum hangat
Ditemani secangkir
kopi yang nikmat
Purwokerto, 20 April 2010
PELATARAN SRI SULTAN
Susuri lorong
kehidupan
Nikmat kebersamaan
terasa ditepi jalan
Walau hati gundah
menunggu nasi bungkusan
Tapi ditengah
kelaparan temukan keharmonisan
Ikuti langkah
dawai angin berjalan
Duduk bersila dipelataran
sri sultan
Dekap sunyi,
berharap kedamaian
Walau hanya angan-angan
Jajakan pangan
bercampur keringat kasih saying, lihat wanita tua memanggul beban belasan anak
liar
Tersimpan berjuta
mimpi yang membelukar
Duduki alas
trotoar
Dan saatnya, sambut
mimpi anak liar
MIMPI MEMIMPIKAN IMPIAN
Lanjutkan
kreativitas
Saat Jiwa gersang
tersiram hujan deras
Hiasi hati semu
Obati jiwa yang sendu
Seperti air
Tenang berjalan ikuti
arus hingga samudra
Seperti merpati
Terbang bebas
bagai indah sinar surya
Seperti mentari
hangat belai lembut
setiap jiwa
Tak ada kata
Tak ada cerita
Tampung harapan
Demi sebuah
mimpi,memimpikan,impian
Purwokerto, 24 Febuari 2010
ALTAR KEMULIAAN
episode ; POTRET KEHIDUPAN
Lembab pagi ini,sambut datang
mentari
Hembus angin berjalan,tebarkan gundah insani
Dengar rintihan tangis kalbu
Lihat langit memotret bumi yg sendu
Kemunafikkan masih dijunjung dan dihargai tuk capai nikmt
duniawi
Ketulusan dicurigai sebagai penghalang untuk meluapkan nafsu
birrahi
Derai air mata terus menetes, akhiri episode hari ini
Tak ada yang dapat membela ketika kehidupan berakhir
Tak ada yang bisa menolong ketika kita terkilir
Tenggelamkan kemunafikkan
Tenggelamkan keegoisan
Raih ketenangan
Nuju altar kemuliaan
Purwokerto, 30 Januari 2011
JIWA YANG LARA
Lambaian daun itu,
sambut jiwa yang lara
Menahan segala
getir luka dalam jiwa
Dekap sepi malam, dibalut awan hitam
Tengadah tetes
tangis langit, nelangsa lihat alam kelam
Dengar denyut
jantung langit menggelegar hancurkan alam
Duduk
ditengah sepi
Redam
hati yang berapi
Mungkin harus
terapi
Tuk lanjutkan
mimpi
Purwokerto, 23 Maret 2010
DUKA DALAM SUNYI
Wajah
lugu itu, simpan duka
Demi secercah
harap tuk kuak asa
Dalam kabut gelap,selimuti
keindahan pagi
Menerawang setiap
jengkal langkah kata,terungkap dari hati
Belai lingkaran
hidup penuh arti
Dengan senyum duka
dalam sunyi
Purwokerto, 11 Januari 2011
Purwokerto, 22 April 2010
Purwokerto, 13 April 2010
Purwokerto, 28 Mei 2010
Purwokerto, 15 Mei 2010
SAJAK AWAL PERADABAN
Tanpa sehelai benang kita menangis tersedu
Lihat dunia,lihat awal peradaban manusia
Dengan cucuran keringat kasih sayang
Kita tumbuh besar
Awali kehidupan yang sakral
Dinamis
Sehingga kita terikat
Terjerat
Dalam kenistaan
kursi ini tandakan kemunafikkan
Keegoisan
Dan terjadi penyiksaan
Dalam senja kali ini
Kekuasaan otoriter hapus semua harapan
Impian
Angin menyapu debu
Ombak siratkan betapa kecil dunia ini
Lemah tak berdaya
Aku harus bangun dari kegelisahan yang tutupi
jiwa ini
Rasa sepi dalam keramaian
Tergambar saat senja
Oh…kursi
Kenapa kau lebih banyak menampung kemunafikkan
Yang tak jelas dan tak sejalan denganku
Purwokerto, 22 April 2010
SAJAK MALAM INI
Dendang sajak indah malam ini
Ungkap segala getir pahit dihati
Duduk diantara ruang tandus
Satukan mimpi dan harapan,dengan membawa gundah
gelisah dalam bius
Lantunan syair ikuti derasnya air mengalir
Lewati pelataran malam akhir
Terdiam
Dengan sepinya malam
Bersajak,berpuisi dibawah awan hitam
Berkarya dan terus berkarya
Satukan mimpi dan harapan
Dengan sebongkah keyakinan
Wujudkan mimpi tuk jadi kenyataan
Purwokerto, 13 April 2010
SAJAK UNTUK ALAM
Lantunan syair malam ini
Buat hati terasa sunyi
Teringat pada sosok jiwa penuh inspirasi
Lihat alam menari
Ikuti dawai angin bernyanyi
Nikmati proses kehidupan
Lepas dahaga dengan kedamaian
Berkarya meraih mimpi,dan bersajak untuk alam
Tuk sedikit hibur hati yang kelam
Purwokerto, 28 Mei 2010
SAJAK UNTUK KAWAN
Angin menyeru kepada alam
Dengan lambaian kesejukkan malam
Tak tahan air mata menetes disehelai kanvas
Lihat betapa belaian kasih sayang para sahabat
Setia dampingi setiap saat
Kuak asa,tanpa kuasa
Kawan
Perhatianmu,kasih sayangmu
Selalu munculkan semangat baru
Untuk berkarya setiap waktu
Dan selalu serukan kalimat bersatu
Purwokerto, 15 Mei 2010
SANG KREATIVITAS
Malam lembut temani jiwa kreativitas
Bawa berjuta harap tak terbatas
Untuk sebuah karya
Tak ada kata,putus asa
Untuk berkreativitas
Serukanlah kreativitasmu
Serukan inspirasimu
Untuk jiwa yang sendu
Purwokerto, 29 Mei 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar