Lemari Puisi Laci No 3

KATA

Bertanya pada sesuatu berarti menjadi jiwa
Kepada hal penuh makna, dan berpadu dalam asmara

Kata
Lihat sepercik cinta tumbuh dipelataran
Terbuang dalam lamunan penuh angan, tuk nikmati senja dalam kedamaian

Kata
Selalu terlantun ikuti dawai gitar yang menggema
Cari persinggahan mulia
Gapai ketenangan
Tuk menjadi sebuah kalimat kehidupan

Kata
Jadi arti yang sempurna
Saat seribu bayang hitam
Terurai dibalik cahaya malam
Saat asmara terjaga dalam cinta walau kelam

Purwokerto, 17 Maret 2010

ALTAR KEMULIAAN

Dengar sayu-sayup lantunan do’a
Terbaring nikmati proses kehidupan
Lihat awan bercengkrama dengan bulan
Dengar Nyaring suara penuh makna
Tuk tebar rasa nikmat yang terphat

Lantunan syair illahi
Resapi relung hati

Hembusan angin liar goyangkan kata demi kata dalam syair dan puisi
Catat setiap sketsa kehidupan
Tergambar oleh taring-taring kenistaan

Ukiran setiap langkah kehidupan
Ciptakan kedamaian
Nuju altar kemuliaan
 
Purwokerto, 18 Maret 2010

BELAHAN JIWA

Berbisik pada angin
Perlahan terbang kesinggasana hati
Penuh harapan dan angan

Lantunkan syair kepada air
Ungkap cinta yang terukir
Memahat rasa, saat berpadu asmara
Untukmu wahai belahan jiwa

Dayung sampan menuju bukit cinta
Dengan asmara yang terus menggelora

Sepenuh jiwa , berharap sampai membawa berjuta impian,jadi kenyataan
Abadi, kekal selamanya

Purwokerto, 19 Maret 2010


MALAM PENUH WARNA

Malam penuh warna saat berkreativitas
Terbang bersama angin, ikuti kata hati tanpa batas

Tak ingin lepas malam ini, walau tanpa misi
Hadirkan syair dan puisi, untkmu orang-orang tersisi
Cari makna perdamaian, dalam lingkaran kehidupan

Harapan terus tersirat
Sampai esok mentari datang dengan senyum hangat
Ditemani secangkir kopi yang nikmat

Purwokerto, 20 April 2010


PELATARAN SRI SULTAN

Susuri lorong kehidupan
Nikmat kebersamaan terasa ditepi jalan
Walau hati gundah menunggu nasi bungkusan
Tapi ditengah kelaparan temukan keharmonisan

Ikuti langkah dawai angin berjalan
Duduk bersila dipelataran sri sultan
Dekap sunyi, berharap kedamaian
Walau hanya angan-angan

Jajakan pangan bercampur keringat kasih saying, lihat wanita tua memanggul beban belasan anak liar
Tersimpan berjuta mimpi yang membelukar

Duduki alas trotoar
Dan saatnya, sambut mimpi anak liar


MIMPI MEMIMPIKAN IMPIAN

Lanjutkan kreativitas
Saat Jiwa gersang tersiram hujan deras
Hiasi hati semu
Obati jiwa yang sendu

Seperti air
Tenang berjalan ikuti arus hingga samudra
Seperti merpati
Terbang bebas bagai indah sinar surya
Seperti mentari
hangat belai lembut setiap jiwa

Tak ada kata
Tak ada cerita

Tampung harapan
Demi sebuah mimpi,memimpikan,impian

Purwokerto, 24 Febuari 2010

ALTAR KEMULIAAN
                                                   episode ; POTRET KEHIDUPAN

Lembab pagi ini,sambut  datang mentari
Hembus angin berjalan,tebarkan gundah insani

Dengar rintihan tangis kalbu
Lihat langit memotret bumi yg sendu

Kemunafikkan masih dijunjung dan dihargai tuk capai nikmt duniawi
Ketulusan dicurigai sebagai penghalang untuk meluapkan nafsu birrahi
Derai air mata terus menetes, akhiri episode hari ini

Tak ada yang dapat membela ketika kehidupan berakhir
Tak ada yang bisa menolong ketika kita terkilir

Tenggelamkan kemunafikkan
Tenggelamkan keegoisan
Raih ketenangan
Nuju altar kemuliaan

Purwokerto, 30 Januari 2011

JIWA YANG LARA

Lambaian daun itu, sambut jiwa yang lara
Menahan segala getir  luka dalam jiwa

Dekap sepi malam, dibalut awan hitam
Tengadah tetes tangis langit, nelangsa lihat alam kelam
Dengar denyut jantung langit menggelegar hancurkan alam

Duduk ditengah sepi
Redam hati yang berapi
Mungkin harus terapi
Tuk lanjutkan mimpi

Purwokerto, 23 Maret 2010

DUKA DALAM SUNYI

Wajah  lugu itu, simpan duka
Demi secercah harap tuk kuak asa

Dalam kabut gelap,selimuti keindahan pagi
Menerawang setiap jengkal langkah kata,terungkap dari hati
Belai lingkaran hidup penuh arti
Dengan senyum duka dalam sunyi

Purwokerto, 11 Januari 2011


SAJAK AWAL PERADABAN

Tanpa sehelai benang kita menangis tersedu
Lihat dunia,lihat awal peradaban manusia
Dengan cucuran keringat kasih sayang
Kita tumbuh besar
Awali kehidupan yang sakral
Dinamis
Sehingga kita terikat
Terjerat
Dalam kenistaan

kursi ini tandakan kemunafikkan
Keegoisan
Dan terjadi penyiksaan

Dalam senja kali ini
Kekuasaan otoriter hapus semua harapan
Impian

Angin menyapu debu
Ombak siratkan betapa kecil dunia ini
Lemah tak berdaya

Aku harus bangun dari kegelisahan yang tutupi jiwa ini

Rasa sepi dalam keramaian
Tergambar saat senja

Oh…kursi
Kenapa kau lebih banyak menampung kemunafikkan
Yang tak jelas dan tak sejalan denganku

Purwokerto, 22 April 2010


SAJAK MALAM INI

Dendang sajak indah malam ini
Ungkap segala getir pahit dihati

Duduk diantara ruang tandus
Satukan mimpi dan harapan,dengan membawa gundah gelisah dalam bius
Lantunan syair ikuti derasnya air mengalir
Lewati pelataran malam akhir

Terdiam
Dengan sepinya malam
Bersajak,berpuisi dibawah awan hitam
Berkarya dan terus berkarya

Satukan mimpi dan harapan
Dengan sebongkah keyakinan
Wujudkan mimpi tuk jadi kenyataan

Purwokerto, 13 April 2010


SAJAK UNTUK ALAM

Lantunan syair malam ini
Buat hati terasa sunyi
Teringat pada sosok jiwa penuh inspirasi

Lihat alam menari
Ikuti dawai angin bernyanyi

Nikmati proses kehidupan
Lepas dahaga dengan kedamaian
Berkarya meraih mimpi,dan bersajak untuk alam
Tuk sedikit hibur hati yang kelam

Purwokerto, 28 Mei 2010


SAJAK UNTUK KAWAN

Angin menyeru kepada alam
Dengan lambaian kesejukkan malam
Tak tahan air mata menetes disehelai kanvas

Lihat betapa belaian kasih sayang para sahabat
Setia dampingi setiap saat
Kuak asa,tanpa kuasa

Kawan
Perhatianmu,kasih sayangmu
Selalu munculkan semangat baru
Untuk berkarya setiap waktu
Dan selalu serukan kalimat bersatu

Purwokerto, 15 Mei 2010


SANG KREATIVITAS

Malam lembut temani jiwa kreativitas
Bawa berjuta harap tak terbatas
Untuk sebuah karya

Tak ada kata,putus asa
Untuk berkreativitas

Serukanlah kreativitasmu
Serukan inspirasimu
Untuk jiwa yang sendu

Purwokerto, 29 Mei 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar