Luka Rasa tak kasat mata
Tersimpan dalam dada
Terurai lalui jiwa
Ikuti dawai gitar yang menggema
Keindahan akan tercipta
Dan selalu terjaga
Walau ditengah fatamorgana
Purwokerto, 15 Desember 2011
REFLEKSI TAK BERUJUNG SOLUSI
Refleksi,tak berujung dengan solusi
Hanya sekedar pamer prestasi
Sampai-sampai ada yang kekurangan nasi
Dia katakan itu persoalan basi
Semua bisa teratasi
Walau harus,dengan amunisi
Percuma diadakan refleksi
Kalau cuman mencari eksistensi
Dengan dalih revolusi
Itu semua hanya ilusi
Tak berwujud realisasi
Katanya refleksi
Tapi diskriminasi
Apa ini yang disebut dengan demokrasi
Yang menindas kaum sisi
Purwokerto, 31 Maret 2012
UNTUKMU NEGRI
Untukmu negri aq disini
Duduk bersama dengan kawan-kawan sisi,bercerita tentang keadanmu saat ini
Yang dikhianati sana sini
Untukmu negri aq berdiri
Mencabut duri
Yang tertancap di kanan kiri
Perjuangkan harga diri
Kata yang terus mengaliri
Dalam sanubari
Nyalakan terus api semangatmu, wahai para generasi
Jangan mau terus terusan diberi ilusi
Kita butuh realisasi
Terus langkahkan kaki
Tapi jangan mengedepankan anarki
Purwokerto, 1 april 2012
CINTA DAN HASRAT
Hadirmu teteskan, warna hidup
Bertabur rasa, tertelungkup
Semerbak wangi, buatku terlena
Selimuti hati dan jiwa
Desahan nafas terasa nikmat setubuhi cinta
Indah tubuh, terungkap setelah senja
Bersetubuh lewati raga
Dibalut penuh asmara
Seakan lewati dunia penuh daya
Tertancap penuh gelora
Saat nikmat terus terpahat
Lewati waktu sesaat
Purwokerto,13 Desember 2011
CINTA SEJATI
Tatap matamu,saat bertemu
Temui warna warni masa depanku
Katakan cinta meski semuanya belum jelas
Lihat senyum walau bias
Dan gelap malamku telah kau terangi
Dengan pagi dibalik mentari
Hembusan nafas,terasa dalam hati
Semua tertuang dalam syair dan puisi
Kisahnya tak akan terakhiri,walau semua itu hanya ilusi
Purwokerto, 15 Desember 2011
DERAS HUJAN,UNTUK KAWAN
Deras hujan,tetesi jalan
Nunggu diam bersama kawan
Nyanyikan lagu nada sendu
Tuk ungkap rasa yang teradu
Ntah apa yang kupikirkan
Simpan rasa,tertahan
Ungkap bayang
Terus terngiang
Deras hujan tetesi jalan
Basahi raga ,tuk sejukkan angan
Nikmati kebersamaan
Sampai datang terang rembulan
Sedikit cerita kau ungkapkan
Tak tinggalkan pesan
Dan pergi buang harapan
Deras hujan tetesi jalan
Kau pergi bersama surya menuju rembulan
Tinggalkan kawan dan lawan
Ku ingin lihatmu tuk terakhir kali
Saat mentari sinari pagi
Walau itu tak mungkin terjadi
Tetap ku nanti
Deras hujan tetesi jalan
Selamat jalan kawan
Cerita saat senja yang kau ungkapkan
Adalah kenangan dan terus tersimpan
Purwokerto,24 November 2011
SEGELAS KOPI, DI PAGI HARI
Nikmati segelas kopi
Dengan angan yang terus menepi
Dan balutan sinar mentari
Hangatkan sanubari
Kicau burung kenari
Tandai indah pagi hari
Segelas kopi diminum sendiri
Tanpa melihat kanan kiri
Walau hati terasa nyeri
Langkahkan kaki
Nikmati peraduan sunyi
Purwokerto, 14 Desember 2011
LUKIS CINTA WALAU BIAS
Malam bertabur bintang
Dengan indah cahaya terang
Sejuk angin, belai lembut setiap jiwa
Tumbuhkan rasa tak terkira
Lepaskan penat yang melanda
Terdiam rebahkan raga
Bayangmu selalu ada
Tuk hibur hati yang luka
Gores tinta diatas kanvas
Tulis cinta walau bias
Lukis paras, dengan kuas
Terbayang tuk temui hatimu, dalam benakku
Walau jiwa raga membekku
Purwokerto, 12 Desember 2011
KALUT
Malam larut, dingin datang susuri rongga jiwa yang kalut
Rasa semakin hari semakin kusut
Terdiam dalam kabut
Uraian kata mengalir
Tuk hibur hati yang terkilir
Mentari datang esok hari
Dalam balutan embun pagi
Dekap cinta dalam hati
Harap temukan walau sunyi
Uraian kata terus teraliri
Saat surya resapi sanubari
Purwokerto, 13 November 2011
ASMARA
Rebahkan raga saat rindu melanda
Simpan rasa tak terkira
Dalam lajur penuh asmara
Hati tumbukan rasa
Sunyi selimuti duka
Tercetus jadi angkara
Saat malam menelan senja
Rebahkan raga berbalut sutra
Dengan hati yang lara
Rasuki jiwa
Simpan penuh peluh didada
Harap bersanding dengannya
Walau badai datang bagai
sangkakala, asmara tetap terjaga dalam jiwa
Purwokerto, 20 Oktober 2011
BLUES DIATAS MEJA
Kusandarkan
punggungku,
Dibawah lempengan
serat-serat kayu
Hangat jiwa terasa
saat obrolan rasuki kalbu
Nikmati alunan musik blus diatas meja
Terdengar lembut
dan sejuk rasuki lorong daun telinga
Purwokerto, 17 November 2010
DUNIA MENANGIS
Hidup penuh liku
dan coba
Alam tunjukkan
senyum sinisnya
Air meloncat
tinggi menghantam daratan
hancur, luluh
lantah seluruh alam
Gunung sambut
dengan mata merah darah
Termangu,terkagum
lihat alam mulai
mencekam
Ya tuhan,inikah
sentuhan kasih sayangmu
Inikah teguranmu
Yang bosan melihat tingkah laku dan nafsu
Purwokerto, 06 Juli 2010
Purwokerto, 15 Januarri 2010
RENDAHKAN HATI
PUISI SERIBU SATU MALAM
Seribu satu malam bulan tersenyum
Air langit mencengkram
Basahi hati gersang
Selimuti raga usang
Tak ada ketenangan
Tak ada ketentraman
Yang ada kegelisahan
Matahari bentak cakrawala
Yang murka akan kesombongan manusia
Purwokerto, 15 Januarri 2010
RENDAHKAN HATI
Hitam pekat langit yang terangi bumi
Membuat alam tunduk harap cahaya illahi
Duduk diam lihat tangis masa depan bangsa
Dengan segala duka
Berdzikir
kepada tuhan
Rendahkan hati,tuk tenggelamkan keegoisan
Purwokerto, 15 Januari 2010
SAJAK AIR
Gemercik air terdengar lirih
Berirama bagai musik klasik yang syahdu nan
indah
Damai,tentram selimuti hati yang gundah
Air
Ingin terus kudengar deras lantunan
perjalananmu hingga hilir
Tuk hibur hati yang terkilir
Purwokerto, 18 Januari 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar