Lemari Puisi Laci No 2


TINTA KEMULIAAN
                                  
Setetes tinta emas tertuang dalam kanvas
bawa hati untuk berkreativitas
Mengemban misi tanpa batas

Asap-asap putih terbang bersama angin
akhiri peradaban
nuju kemuliaan

Bagai kapas terbang  ikuti angin
Bebas tanpa batas kekuasaan
Berkarya dan terus berkarya untuk perdamaian

Purwokerto, 25 Agustus 2010

SEPEDA TUA

Ayunan kaki yang kekar
Susuri sepanjang trotoar
Saat pagi menjelang
Berbalut baju yang usang

Dengan terus mengayun sepeda tua,nuju ladang penghidupan
Cari sebutir nasi untuk makan
Tanpa lelah dan putus asa
Terus cari ditengah sesaknya kerumunan kota

Duhai sepeda tua
Terima kasih telah menemani bapak berjuang melawan kerasnya kehidupan

Purwokerto, 25 September 2010

SENJA YANG BERKABUT

Ketika semua orang ribut dengan apa yang mereka inginkan
Dia terlentang tanpa angan
Kuasaanya musnah dengan segala penghianatan
Dengan segala kemunafikkan

Semua orang bertanya tenteng idealisme bangsa
Dia hanya tertunduk tak berdaya
Berkaca pada jati diri bangsa
Bertanya pada jiwa

Inikah salahku,
Atau
Akhir perjuanganku
Memperjuangkan rakyat untuk bersatu

Mengerti,mengetahui, dan peduli
Itulah kata-kata untuk memperjuangkan ideologi

Kolonialisme ditentang
Berpuluh-puluh tahun membangun bangsa dengan lantang
Korbankan jiwa raga yang telah usang

Sekejap hancur,dengan segala pemberontakkan kaum komunis
Mereka meludah dimuka-muka para nasionalis
Menghujat disetiap langkah para pejuang bangsa
Sampai datang waktu senja

Harapan terus tersirat dalam hati
Selamatkan negri demi para generasi

Purwokerto, 26 oktober 2010


Tidak ada komentar:

Posting Komentar